Tuesday, August 26, 2025
Presentasi sistem pencernaan manusia
Monday, August 25, 2025
Poster Sistem Pencernaan
Wednesday, August 20, 2025
Organ pencernaan manusia yang menakjubkan
Organ pencernaan manusia memang luar biasa dan memiliki peran penting dalam proses memperoleh energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Setiap organ dalam sistem pencernaan manusia bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi diolah dan diserap dengan efisien. Berikut adalah penjelasan tentang organ-organ pencernaan manusia yang menakjubkan:
1. Mulut: Pintu Gerbang Pencernaan
Mulut adalah titik awal dari seluruh proses pencernaan. Di dalam mulut, makanan pertama kali masuk dan mengalami proses mekanik serta kimiawi.
Gigi: Gigi berfungsi untuk memotong, merobek, dan menggiling makanan menjadi potongan kecil. Proses ini disebut pencernaan mekanik.
Lidah: Lidah membantu mencampur makanan dengan air liur untuk membentuk bolus (bola makanan). Lidah juga berperan dalam proses pengecapan dan membantu memindahkan bolus ke tenggorokan.
Air liur: Mengandung enzim amilase yang mulai memecah pati menjadi gula sederhana. Ini adalah contoh pencernaan kimiawi yang dimulai sejak di mulut.
2. Kerongkongan (Esofagus): Jalan Menuju Lambung
Setelah makanan dikunyah dan dibentuk menjadi bolus, makanan akan ditelan dan masuk ke kerongkongan (esofagus). Esofagus adalah saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Peristaltik: Makanan tidak turun ke lambung hanya dengan gravitasi. Di esofagus, gerakan otot yang disebut peristaltik mendorong bolus makanan turun menuju lambung. Peristaltik adalah gerakan gelombang otot yang mendorong makanan atau cairan dalam saluran pencernaan.
3. Lambung: Tempat Pencernaan Intensif
Lambung adalah organ berbentuk kantung besar yang berfungsi untuk mencerna makanan secara kimiawi dan mekanik.
Asam Lambung: Di dalam lambung, makanan bercampur dengan asam lambung (HCl) yang sangat asam dan enzim pepsin. Asam lambung ini membantu menghancurkan makanan dan membunuh mikroorganisme yang mungkin ada dalam makanan.
Pencernaan Protein: Pepsin adalah enzim yang memecah protein menjadi asam amino, yang akan diserap oleh tubuh nanti.
Peristaltik Lambung: Lambung juga berkontraksi untuk menggiling makanan lebih halus, menghasilkan campuran yang disebut kimus, yang kemudian akan dibiarkan hingga usus halus.
4. Usus Halus : Tempat Penyerapan Nutrisi
Usus halus adalah tempat utama untuk penyerapan nutrisi dari makanan. Meskipun panjangnya sekitar 6 meter, usus halus memiliki permukaan yang sangat luas berkat lipatan-lipatan kecil yang disebut vili.
Penyerapan Nutrisi: Makanan yang sudah diolah dalam lambung dan bercampur dengan enzim pankreas serta empedu dari hati akan dicerna lebih lanjut di usus halus. Di sini, zat-zat seperti glukosa, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral diserap ke dalam darah melalui vili usus.
Enzim Pencernaan: Pankreas menghasilkan enzim seperti amilase, lipase, dan protease yang membantu memecah karbohidrat, lemak, dan protein. Selain itu, empeng yang diproduksi dengan hati membantu memecah lemak agar lebih mudah diserap.
5. Hati : Pengatur Pencernaan dan Detoksifikasi
Hati adalah organ yang memiliki banyak fungsi penting dalam pencernaan, meskipun tidak terlibat langsung dalam proses pencernaan makanan.
Produksi Empedu: Hati memproduksi empedu, cairan yang disimpan di kantong empedu dan digunakan untuk membantu pencernaan lemak di usus halus. Tanpa basa-basi, tubuh akan kesulitan mencerna lemak dengan baik.
Detoksifikasi: Selain itu, hati juga berperan dalam memecah dan menghilangkan zat-zat berbahaya atau racun dari tubuh. Misalnya, alkohol, obat-obatan, dan produk sampingan metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh.
Regulasi Gula Darah: Hati juga membantu mengatur kadar gula darah dengan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen, yang kemudian dapat dilepaskan jika tubuh membutuhkan energi.
6. Pankreas: Penghasil Enzim dan Regulasi Gula Darah
Pankreas adalah organ yang memproduksi berbagai enzim pencernaan yang sangat penting, serta hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.
Enzim Pencernaan: Pankreas menghasilkan enzim seperti amilase, lipase, dan protease, yang bekerja di usus halus untuk mencerna karbohidrat, lemak, dan protein.
Insulin dan Glukagon: Pankreas juga memproduksi hormon insulin dan glukagon yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah. Insulin menurunkan kadar gula darah, sementara glukagon meningkatkan kadar gula darah dengan mengubah glikogen menjadi glukosa.
7. Usus Besar : Tempat Penyerapan Udara dan Pembentukan Feses
Usus besar memiliki fungsi utama dalam menyerap udara, garam, dan beberapa nutrisi yang tersisa setelah proses pencernaan di usus halus. Selain itu, ia juga berperan dalam membentuk feses (kotoran) yang akan dikeluarkan dari tubuh.
Penyerapan Udara: Sebagian besar udara yang ada dalam makanan akan diserap kembali oleh usus besar. Ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Pembentukan Feses : Setelah udara diserap, sisa-sisa makanan yang tidak tercerna, seperti serat, akan digumpalkan menjadi feses yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui anus.
8. Rektum dan Anus: Proses Pembuangan
Feses yang sudah terbentuk dalam jumlah besar akan masuk ke dalam rektum, tempat penyimpanan sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus usus.
Proses Pembuangan: Rektum mengatur pembuangan feses melalui proses yang disebut defekasi, yang terjadi ketika otot anus mengendur untuk mengeluarkan limbah dari tubuh.
Kesimpulan:
Organ pencernaan manusia benar-benar menakjubkan karena masing-masing memiliki fungsi yang sangat spesifik dan bekerja secara harmonis untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang diperlukan dan membuang limbah yang tidak terpakai. Dari proses pencernaan makanan di mulut hingga pembuangan sisa-sisa di anus, setiap organ memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Gambar :
Vidio :
Sumber :
1.youtube
2.Google
3.Buku paket ipa kelas 8
Hubungan antar sistem tubuh : pernafasan,peredaran darah,pencernaan
Hubungan antar sistem tubuh, seperti sistem pencernaan, sistem peredaran darah, dan sistem pernapasan, sangat penting dalam memastikan tubuh dapat berfungsi dengan baik. Sistem ketiga ini bekerja bersama-sama untuk menyediakan energi, oksigen, dan membuang limbah dari tubuh. Berikut penjelasan tentang bagaimana sistem ketiga ini saling berhubungan:
1. Hubungan Sistem Pencernaan dan Sistem Peredaran Darah
Sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi, sedangkan sistem peredaran darah bertugas untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan ke seluruh tubuh. Kedua sistem ini saling terhubung dalam proses distribusi nutrisi ke sel-sel tubuh.
Proses di Sistem Pencernaan: Makanan yang kita konsumsi masuk ke dalam tubuh dan diproses di saluran pencernaan. Di dalam usus halus, zat-zat seperti glukosa, asam amino, lemak, dan vitamin diserap ke dalam darah.
Transportasi Nutrisi oleh Sistem Peredaran Darah: Setelah diserap, nutrisi-nutrisi tersebut masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus halus. Darah yang kaya nutrisi ini kemudian dibawa ke hati untuk disaring dan diproses lebih lanjut sebelum disalurkan ke seluruh tubuh.
Pentingnya Kolaborasi: Sistem peredaran darah mengirimkan glukosa dan asam amino ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses metabolisme dan pembentukan energi. Tanpa peredaran darah yang baik, nutrisi yang diserap oleh sistem pencernaan tidak akan sampai ke bagian tubuh yang memerlukannya.
2. Hubungan Sistem Peredaran Darah dan Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan berfungsi untuk menyediakan oksigen dan membuang karbon dioksida, sementara sistem peredaran darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan mengembalikan karbon dioksida ke paru-paru untuk dibuang.
Proses di Sistem Pernapasan: Udara yang mengandung oksigen masuk melalui hidung atau mulut, kemudian masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, oksigen akan berdifusi ke dalam darah melalui alveolus, sementara karbon dioksida yang ada dalam darah akan berdifusi ke dalam alveolus untuk dikeluarkan saat kita mengeluarkan napas.
Transportasi Oksigen dan Karbon Dioksida oleh Sistem Peredaran Darah: Setelah oksigen masuk ke dalam darah, darah yang kaya oksigen ini dibawa oleh jantung dan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Di sisi lain, darah yang mengandung karbon dioksida (produk sampingan metabolisme sel) dibawa kembali ke paru-paru untuk dibuang melalui pernapasan.
Pentingnya Kolaborasi: Tanpa oksigen yang cukup dari sistem pernapasan, sel-sel tubuh tidak dapat menghasilkan energi dengan efektif. Begitu juga, tanpa sistem peredaran darah yang baik, oksigen yang diserap di paru-paru tidak akan sampai ke seluruh tubuh, dan karbon dioksida tidak dapat dikeluarkan dengan efektif.
3. Hubungan Sistem Pencernaan dan Sistem Pernapasan
Meskipun kedua sistem ini memiliki fungsi yang berbeda, keduanya saling terkait dalam mendukung kelangsungan hidup tubuh.
Pencernaan dan Penggunaan Energi: Makanan yang kita konsumsi akan dicerna untuk menghasilkan energi, dan glukosa dari makanan akan digunakan dalam proses respirasi sel. Respirasi sel adalah proses di mana sel-sel tubuh menggunakan oksigen untuk mengubah glukosa menjadi energi (ATP) yang diperlukan untuk aktivitas tubuh.
Pentingnya Oksigen dalam Pencernaan: Oksigen yang diserap oleh sistem pernapasan diperlukan untuk proses metabolisme sel, termasuk dalam pemecahan makanan yang telah dicerna oleh sistem pencernaan. Tanpa oksigen yang cukup, proses pemecahan glukosa menjadi energi (melalui respirasi aerobik) tidak dapat berjalan dengan efektif, yang akan mengganggu fungsi tubuh.
4. Contoh Sistem Kolaborasi Ketiga
Misalnya, saat kita berolahraga:
Sistem Pencernaan menyediakan energi melalui glukosa yang telah dicerna dan diserap.
Sistem peranasan menyediakan oksigen yang diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.
Sistem Peredaran Darah mendistribusikan oksigen dan glukosa ke seluruh tubuh, serta membawa produk sampingan berupa karbon dioksida untuk dibuang melalui pernapasan.
5. Kesimpulan
Sistem ketiga ini — pencernaan, peredaran darah, dan pernapasan — saling bekerja sama untuk mendukung kehidupan tubuh. Sistem pencernaan menyediakan energi dan nutrisi, sistem peredaran darah mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, dan sistem pernapasan memastikan oksigen tersedia untuk metabolisme sel dan mengeluarkan karbon dioksida yang dihasilkan. Tanpa salah satu dari sistem ini, tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal.
Gambar :
Vidio :
Sumber :
1. Buku Ipa kelas 8
2.Google
3.Youtube
Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh, seperti urea, garam, dan udara. Proses ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan kimia tubuh dan mencegah retensi zat berbahaya. Sistem ekskresi terdiri dari beberapa organ yang bekerja sama untuk membuang limbah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit tubuh. Berikut penjelasan tentang sistem ekskresi:
1. Fungsi Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi memiliki dua fungsi utama:
Mengeluarkan produk sampingan metabolisme: Tubuh menghasilkan berbagai produk sampingan dari proses metabolisme yang perlu dikeluarkan, seperti urea (hasil pemecahan protein) dan karbon dioksida (hasil pemecahan glukosa dalam proses respirasi sel).
Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh: Sistem ekskresi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan udara, garam, dan pH darah.
2. Organ-organ Penyusun Sistem Ekskresi
Beberapa organ yang terlibat dalam sistem ekskresi manusia antara lain:
Ginjal: Organ utama dalam sistem ekskresi yang berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urin. Ginjal memfilter darah untuk mengeluarkan limbah metabolisme seperti urea, asam urat, dan garam yang tidak terpakai, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Saluran Kemih: Setelah ginjal memproduksi urin, urin tersebut dialirkan melalui saluran kemih yang terdiri dari dua saluran ureter, kandung kemih, dan uretra (saluran tempat keluarnya urin dari tubuh).
Ureter: Saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.
Kandung Kemih : Tempat menampung sementara urine sebelum dikeluarkan.
Uretra: Saluran tempat keluarnya urin dari tubuh melalui proses pembuangan yang disebut miksi.
Kulit : berfungsi sebagai organ ekskresi kedua yang mengeluarkan keringat. Keringat mengandung udara, garam, dan sedikit urea. Proses ini membantu mengatur suhu tubuh dan membuang beberapa limbah.
Paru-paru: Paru-paru juga berfungsi dalam proses ekskresi dengan mengeluarkan karbon dioksida (CO₂) dan uap udara yang dihasilkan dari proses metabolisme.
3. Proses Pembentukan Urine di Ginjal
Ginjal memiliki sekitar satu juta nefron, yang merupakan unit penyaring darah. Proses pembentukan urin melalui beberapa tahap:
Filtrasi: Darah yang masuk ke ginjal melalui penyaringan arteri ginjal di glomerulus, sebuah jaringan kaca kecil di dalam nefron. Dalam proses ini, udara, urea, garam, dan zat-zat lain terpisah dari sel-sel darah dan protein, membentuk filtrat yang disebut filtrat glomerulus.
Reabsorpsi : Filtrat yang sudah terbentuk akan melalui tubulus ginjal. Sebagian besar udara, glukosa, dan ion penting seperti natrium dan kalium akan diserap kembali ke dalam darah, sehingga hanya sisa-sisa yang tidak dibutuhkan tubuh yang tertinggal.
Sekresi: Beberapa zat yang masih ada dalam darah, seperti ion hidrogen dan kalium, akan disekresikan kembali ke dalam tubulus ginjal untuk dikeluarkan melalui urin.
Pembuangan : Sisa-sisa yang tersisa setelah proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi akan keluar dari ginjal sebagai urin, yang kemudian disalurkan melalui ureter ke kandung kemih untuk disimpan hingga dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
4. Pentingnya Sistem Ekskresi.
Sistem ekskresi memiliki peran vital dalam tubuh, antara lain:
Menjaga keseimbangan cairan tubuh : Proses ekskresi membantu mengatur jumlah udara dalam tubuh. Jika tubuh kehilangan udara terlalu banyak, maka tubuh akan menahan lebih banyak udara, sedangkan jika tubuh memiliki udara berlebih, sistem ekskresi akan membuangnya.
Mengeluarkan produk sampingan beracun: Sisa-sisa metabolisme seperti urea dan asam urat harus dikeluarkan dari tubuh karena bisa menjadi racun jika terakumulasi.
Mengatur keseimbangan elektrolit: Sistem ekskresi membantu menjaga keseimbangan ion atau elektrolit tubuh (seperti natrium, kalium, dan klorida) yang penting untuk fungsi sel normal tubuh.
Mengatur pH darah: Ginjal juga berperan dalam mengatur pH darah dengan mengeluarkan ion hidrogen yang berlebihan dan menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
5. Gangguan pada Sistem Ekskresi.
Jika sistem ekskresi tidak berfungsi dengan baik, bisa terjadi berbagai masalah kesehatan, seperti:
Gagal ginjal: Ketika ginjal tidak dapat menyaring darah dengan efektif, bisa menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh.
Infeksi saluran kemih (ISK): Infeksi yang terjadi pada saluran kemih dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, demam, dan bahkan gagal ginjal jika tidak ditangani.
Dehidrasi: Jika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan tidak bisa mengeluarkan cukup urin, bisa menyebabkan dehidrasi.
Gambar:
Vidio :
Sumber :
1.Youtube
2. Buku Paket Ipa kelas 8
3.Google
Sistem Pernafasan Manusia
Sistem pernapasan adalah sistem tubuh yang berfungsi untuk menyediakan oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan dari proses metabolisme sel. Proses ini sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Berikut penjelasan singkat tentang cara kerja sistem pernapasan:
1. Proses Pernapasan
Peranan manusia terdiri dari dua fase utama: inspirasi (menghirup udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Udara yang kita hirup mengandung oksigen (O₂), yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, sedangkan udara yang kita hembuskan mengandung karbon dioksida (CO₂) yang merupakan produk sampingan dari proses metabolisme sel.
Inspirasi (Menghirup Udara): Proses ini dimulai ketika otot diafragma dan otot antar tulang rusuk berkontraksi, memperbesar volume rongga dada. Hal ini menyebabkan tekanan dalam paru-paru lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara luar, sehingga udara masuk melalui saluran pernapasan (hidung atau mulut, lalu ke trakea, bronkus, dan akhirnya ke bronkiolus dan alveolus paru-paru).
Eksspirasi (Mengeluarkan Udara): ketika otot diafragma dan otot antar tulang rusuk rileks, volume rongga dada mengecil, dan udara yang kaya karbon dioksida keluar dari paru-paru melalui saluran yang sama.
2. Bagian-bagian Sistem Pernapasan
Hidung atau Mulut: Udara masuk melalui saluran pernapasan atas, yaitu hidung atau mulut. Di dalam hidung terdapat bulu hidung dan lapisan mukosa yang berfungsi menyaring, memanaskan, dan melembabkan udara.
Trakea: Saluran utama yang menghubungkan hidung dan paru-paru. Trakea dibentuk dari cincin kartilago yang kokoh untuk mencegah penyempitan.
Bronkus dan Bronkiolus: Trakea terbagi menjadi dua cabang besar yang disebut bronkus, masing-masing menuju ke paru-paru kiri dan kanan. Bronkus terus bercabang menjadi bronkiolus yang lebih kecil hingga mencapai alveolus.
Alveolus: Bagian terkecil dari sistem pernapasan yang berbentuk kantung udara. Di sini, terjadi pertukaran gas: oksigen dari udara masuk ke dalam darah, sementara karbon dioksida dikeluarkan dari darah untuk dibuang melalui ekspirasi.
3. Pertukaran Gas di Alveolus
Pada alveolus, darah yang mengalir melalui kapiler akan melepaskan karbon dioksida ke dalam udara alveolus, sedangkan oksigen dari udara alveolus akan berdifusi ke dalam darah. Proses ini sangat penting karena oksigen yang masuk ke dalam darah akan disalurkan ke seluruh tubuh untuk digunakan dalam proses metabolisme.
4. Hubungan dengan Sistem Tubuh Lainnya
Sistem pernapasan bekerja sama dengan sistem peredaran darah. Setelah oksigen diserap oleh darah di alveolus, darah akan mengalir ke jantung dan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Begitu pula, karbon dioksida yang dibawa oleh darah akan dibawa ke paru-paru untuk dibuang melalui pernapasan.
5. Pentingnya Sistem Peranasan
Sistem pernapasan memiliki peran yang sangat vital dalam tubuh manusia. Tanpa suplai oksigen yang cukup, tubuh tidak dapat melakukan proses metabolisme dengan baik, yang akan berdampak pada kesehatan organ tubuh lainnya. Begitu pula, jika karbon dioksida tidak dikeluarkan dengan baik, dapat menyebabkan keracunan dan gangguan keseimbangan pH dalam tubuh.
Gambar :
Organ Pernapasan Atas
1.Hidung
- Menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang masuk.
2. Sinus
- Ruang berisi udara di tengkorak yang membantu mengatur suhu dan kelembaban udara pernapasan.
3. Amandel dan Adenoid
- Jaringan limfoid yang membantu melawan infeksi.
4. Mulut
- Alternatif jalur masuknya udara.
5. Faring (Tenggorokan)
- Mengarahkan udara dari hidung/mulut ke trakea.
6. Epiglotis
- Katup yang menutup saluran makanan saat menelan agar udara tidak masuk ke saluran pencernaan.
7. Laring (Kotak Suara)
- Menghasilkan suara dan mengatur aliran udara ke trakea.
Saluran Pernapasan Bawah
8. Trakea (Batang Tenggorokan)
- Saluran utama yang mengarah ke paru-paru.
9. Bronkus (Kanan & Kiri)
- Cabang dari trakea menuju masing-masing paru-paru.
10. Bronkiolus
- Cabang kecil dari bronkus yang mengantarkan udara ke alveolus.
11. Alveolus
- Kantung udara tempat pertukaran gas O₂ dan CO₂ dengan pembuluh darah (kapiler).
Bagian Pelindung dan Pendukung
12. Tulang Rusuk
- Melindungi organ paru-paru dan jantung.
13. Pleura
- Selaput pelindung paru-paru agar tidak bersentuhan langsung dengan dinding dada.
14. Diafragma
- Otot utama pernapasan yang bergerak naik turun saat bernapas.
15. Lendir dan Silia
- Lendir: Lendir yang menangkap debu/kuman.
- Silia : Rambut halus yang mendorong keluarnya lendir dari saluran pernapasan.
Kesimpulan Jalur Pernapasan:
Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus
Di alveolus, terjadi pertukaran oksigen ke darah dan karbon dioksida keluar dari darah.
Vidio:
Sumber :
1. Hello sehat
2.Buku paket kelas 8 Ipa
Rahasia Sistem peredaran darah manusia
Rahasia Sistem Peredaran Darah: Dari Jantung hingga Kapiler
Teks/Narasi:
Sistem peredaran darah manusia adalah sistem yang sangat penting karena bertugas mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, serta mengangkut sisa metabolisme untuk dibuang. Organ utama dalam sistem ini adalah jantung, pembuluh darah, dan darah itu sendiri. Jantung bekerja sebagai pompa yang mendorong darah mengalir ke seluruh tubuh tanpa henti.
Peredaran darah manusia terbagi menjadi dua jenis: peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah besar mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Sementara itu, peredaran darah kecil mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru untuk mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida, lalu kembali ke jantung. Peredaran ini sangat penting agar sel-sel tubuh mendapat cukup oksigen untuk menghasilkan energi.
Mengalir melalui jaringan pembuluh darah darah yang terdiri dari arteri (pembuluh nadi), vena (pembuluh balik), dan kapiler. Arteri membawa darah keluar dari jantung, vena membawa darah kembali ke jantung, dan layar yang menghubungkan keduanya serta menjadi tempat pertukaran zat antara darah dan sel tubuh. Tanpa sistem ini, tubuh tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan makan sehat, olahraga, dan cukup istirahat.
Gambar :
1. Serambi Kanan (Atrium Kanan)
- Menerima darah kotor (kaya CO₂) dari seluruh tubuh melalui vena cava superior dan inferior.
- Mengalirkan darah ke bilik kanan.
2. Bilik Kanan (Ventrikel Kanan)
- Memompa darah kotor ke paru-paru melalui *arteri pulmonalis* untuk dibersihkan (ditukar dengan O₂).
3. Paru-paru (Kanan & Kiri)
- Di dalam ruangan paru-paru, terjadi pertukaran gas: CO₂ dibuang, O₂ diambil.
- menjadi Darah bersih (kaya O₂), lalu dikirim ke jantung melalui vena pulmonalis
4. Serambi Kiri (Atrium Kiri)
- Menerima darah bersih dari paru-paru melalui vena pulmonalis.
5. Bilik Kiri (Ventrikel Kiri)
- Memompa darah bersih ke seluruh tubuh melalui aorta(arteri terbesar).
6. Aorta
- Arteri utama yang membawa darah kaya oksigen dari bilik kiri ke seluruh tubuh (kepala, tangan, perut, kaki).
Kapiler dan Pembuluh Darah
- Kapiler : Tempat pertukaran gas, nutrisi, dan zat sisa antara darah dan sel tubuh.
- Arteri : Membawa darah keluar dari jantung (tekanan tinggi).
- Vena : Membawa darah kembali ke jantung (tekanan rendah)
- Arteriol dan Venula: Cabang kecil dari arteri dan vena sebelum masuk ke dalam ruangan.
Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)
Jantung → Paru-paru → Jantung
- Untuk menukar CO₂ dengan O₂.
Peredaran Darah Besar (Sistemik)
Jantung → Seluruh tubuh → Jantung
- Untuk menyuplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh
Rekaman video:
Sumber Referensi:
1. Buku IPA Kelas 8 Kurikulum Merdeka Bab 2.
2. Wikipedia Indonesia – Sistem Peredaran Darah.
3. Youtube
Mengenal Sistem Pencernaan
Mengenal Sistem Pencernaan: Mesin Pengolah Makanan dalam Tubuh Kita
Teks/Narasi:
Sistem pencernaan manusia adalah serangkaian organ yang bekerja sama untuk mengolah makanan menjadi zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke mulut hingga akhirnya sisa makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui anus. Setiap organ dalam sistem ini memiliki peran penting yang tidak bisa diganti.
Proses pertama terjadi di mulut, di mana makanan dikunyah oleh gigi dan dicampur dengan air liur yang mengandung enzim amilase. Setelah itu, makanan masuk ke kerongkongan dan diputar ke lambung, tempat makanan dicerna secara kimiawi menggunakan asam lambung dan enzim pepsin. Selanjutnya makanan bergerak ke halus, dimana sebagian besar penyerapan zat gizi terjadi dengan bantuan enzim dari pankreas dan usus dari hati.
Setelah nutrisi diserap, sisa makanan yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan dibentuk menjadi feses, kemudian dikeluarkan dari tubuh. Sistem pencernaan tidak hanya bertugas mengolah makanan, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan energi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika salah satu bagian sistem ini terganggu, maka proses penyerapan nutrisi juga akan terganggu.
Gambar:
Rekaman video:
video pembelajaran tentang sistem pencernaan manusia
Sumber Referensi:
1. Buku IPA Kelas 8 Kurikulum Merdeka, Bab 2: Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup.
2. Website Ruangguru – Materi Sistem Pencernaan.
4. YouTube











